Kamis, 28 Mei 2009

Menghibur Remaja dengan Mimpi


Tayangan televisi yang saban hari nongol di layar kaca kian hari kian bervariasi. Perebutan kue iklan antar stasiun televisi pun kian gencar. Dan kaum remaja jadi sasaran empuk para pengelola TV untuk dapetin porsi iklan yang lebih besar. Kebayang kan jumlah remaja yang hobi nongkrong depan TV? Wuih, buanyak buanget. Saking banyaknya, planet bumi pun nggak muat menampung mereka. Makanya mereka punya tempat hidup sendiri di Planet Remaja . Huhuy!

Nggak heran dong kalo makin ke sini hiburan yang membidik pasar remaja mengalir deras bak longsor Bohorok. Nggak cuma sinetron, gosiptaintment, horortaintment, sampai reality show pun nggak mau ketinggalan menyapa kawula muda. Pokoknya remaja dibidik dari segala sisi. Depan, belakang, atas, bawah, kiri, kanan. Kalo perlu dilengkapi dari delapan arah mata angin. Soalnya, mereka haus hiburan-hiburan yang gratis bin ekonomis. Cocok buat kantongnya yang cekak. Jangan geer ya dipuji kayak gini..Hehehe

Di antara banyak acara TV buat remaja, kayaknya sinetron dan reality show yang paling banyak digandrungi. Buktinya, Panasonic Award 2003 yang digelar 12 Desember lalu berhasil diraih �Katakan Cinta' dan �Kecil-kecil Jadi Man-ten' untuk kategori reality show dan Drama seri terfavorit. ( Suara Merdeka , 13/12/2003).

Secara psikologis mayoritas remaja memang doyan melototin tontonan yang bercerita seputar liku-liku kehidupan mereka yang penuh warna. Wajar banget kan kalo akting Samuel Rizal dan Shandy Aulia dalam �Eiffel�I'm in Love� yang berlaga di bioskop sekelas twenty one masih menyedot perhatian remaja meski sudah diputar beberapa minggu. Wah�AADC bisa kalah tuh!

Menjual mimpi via televisi

Booming film layar lebar AADC seolah menjadi pemicu meledaknya produksi lokal sinetron remaja. Judul demi judul sinetron remaja di televisi datang dan pergi silih berganti. Dan setiap tayangannya nggak luput dari buruan para sinemaniaks, meski beberapa stasiun mengetengahkan film seri drama remaja interlokal. Ngikutin semboyan peme-rintah, cintai produksi dalam negeri. Hehehe�

Kini, produk lokal seperti ABG , Cinta SMU, Kawin Gantung, Inikah Rasanya, Kecil-Kecil Jadi Manten , atau Ada Apa Dengan Cinta yang menampilkan para new comer yang fresh from the oven (emangnya KFC..) makin diminati. Sayangnya, para pembuat atau pihak pengelola stasiun TV seolah menutup mata akan miskinnya kualitas sinetron remaja ini. Ceritanya hanya menjual mimpi alias nggak realistis. Selalu identik dengan gaya hidup glamour khas kaum borjuis. Sementara para penontonnya dari kalangan ekonomi pas-pasan. Pas lagi hidup mewah, eh�pas lagi mimpi.

Lebih parah lagi tatkala temanya nggak jauh dari persoalan cinta remaja dengan segala intriknya. Kesannya nggak ada persoalan hidup yang lebih berharga bin menarik untuk diangkat dalam cerita. Padahal, kreativitas anak muda dalam KIR, lika-liku perjuangan masuk PTN, aksi tawuran, penyalah gunaan narkoba, atau free sex lebih mewakili kehidupan remaja masa kini dan punya nilai lebih untuk diangkat ke layar kaca. Bu-kannya acara yang hanya menjual keme-wahan, kecantikan, dan popularitas doang. Basi!

Makin crazy, makin diminati

Selain sinetron, reality show tengah asyik membidik kehidupan remaja. Acara yang menyajikan reaksi asli bin alami perasaan suka, benci, cemburu, sedih, marah, atau girang yang dialami remaja. Murni tanpa campuran minyak tanah, eh tanpa tuntunan skenario atau arahan gaya dari sang koreografer. Ini yang menjadi hiburan asyik bagi penonton televisi.

Tercatat, Katakan Cinta , Harap-harap Cemas , dan Playboy Kabel adalah reality show yang paling diminati remaja. Mereka seolah dibawa ke dunia di mana impian mereka bisa diwujudkan dalam dunia nyata. Berupa ungkapan unik rasa cinta ama buah hati, mengetes kesetiaan pasangan, sampai aksi penguntitan bak detektif pun dijabanin guna menguji ikatan asmara di antara mereka. Pokoknya seru. Makin crazy , makin diminati!

Katakan Cinta termasuk reality show pertama tersukses yang membidik pasar remaja. Bayangin aja, nembak cewek/cowok di muka umum dan ditonton orang se-Indonesia, coba? Malah ada yang pake acara akrobat, nyelam di Sea World, pura-pura kecelakaan, jadi tokoh pewayangan, sampai acara candle light dinner super spesial untuk menjerat sang pujaan hati. Heeebooooh �

Sementara H2C (Harap-Harap Cemas) hadir dengan melibatkan aksi bak spy . Dalam upaya menyelesaikan kasus asmara para kliennya, Ari Dagienkz dan�drummer grup Clubeighties , Desta, yang memandu acara bertindak bak detektif swasta. Menguntit korban selama beberapa hari dilengkapi kamera tersembunyi yang diarahkan pada korban.

Kegilaan makin meningkat pada tayangan Playboy Kabel (PK), yang terinspirasi dari reality show Jepang berjudul Black Mail , dengan empat presenter sekaligus. Peserta minta bantuan PK untuk menjebak pasangan atau orang terdekatnya untuk membuktikan dugaannya selama ini. Sebutlah seorang cewek yang ingin tahu apakah pacarnya playboy atau bukan. Begitu terbukti playboy, luluh di depan cewek penggoda yang memang disiapkan oleh kru PK maka adegan berikutnya bisa macam-macam seperti tamparan, siraman, cacian, makian, dll. Pokoknya, Matrix Revolution juga kalah serunya.

Menghasilkan remaja �instant�

Disadari atau tidak, sisi negatif dari hiburan remaja yang menjual mimpi telah membidani lahirnya remaja �instant�. Hal ini diungkapkan oleh Psikolog remaja, Bu Inna Mutmainah ( Republika Online , 05/10/2003).

Beliau mengingatkan, gencarnya sinetron remaja yang berkiblat pada gaya hidup Barat akan membentuk pola sikap dan pola pikir remaja yang pengen serba instant alias cepat. Yang kepikiran cuma hasilnya, nggak mau capek-capek jalanin prosesnya. Doyan banget melototin para pemeran yang good looking dan gaya hidup mewahnya. Impian untuk menjadi bagian dari para selebritis muda itu selalu memenuhi alam khayalnya.

Alur cerita yang datar dan miskin konflik membuat daya pikir mereka kurang terlatih dalam memecahkan persoalan hidup. Bisa-bisa mereka nggak segan untuk melakukan apa pun untuk meraih kemewahan, kecantikan, dan popularitas impiannya itu. Meski harus mengorbankan martabat atau mengumbar aurat. Walah, berabe euy!

Reality show yang berprinsip �tertawa di atas penderitaan sang korban' seolah memanjakan kesenangan mereka yang hanyut dalam buaian panah asmara. Padahal masih banyak persoalan hidup yang lebih besar dan mulia yang kudu dipikirin remaja selain cinta bin asmara kepada manusia. Waktu, tenaga, dan pikirannya bakal terkuras habis untuk mengulik virus merah jambu ini. Hasilnya, waktu kita yang amat berharga ditukar dengan aktivitas yang miskin manfaat. Alamat rugi dunia akhirat tuh.

Gaya hidup Barat biangnya

Lahirnya remaja �instant� merupakan harga mahal yang harus dibayar akibat berkiblat pada budaya Barat. Kreativitas para produser acara TV untuk menyajikan acara yang berkualitas ambruk dihantam kuatnya motivasi rating dan kue iklan yang diperebutkan. Hantamannya sekuat upper cut Naseem �Prince' Hamid. Semakin tinggi rating diperoleh, semakin banyak penontonnya, maka semakin tinggi� pemasukan iklannya. Kondisi ini menguntungkan stasiun televisi, rumah produksi maupun pengiklan.�Inilah gambaran nyata dari Kapitalisme. Tidak ada yang lebih berharga selain materi. It's all about the money!

Lihat saja isi yang dihadirkan dari sinetron atau reality show buat remaja, semuanya kental dengan perilaku permissivisme alias keserbabolehan. Pemahaman inilah yang menjadi ciri khas masyarakat Barat yang sekuler. Bagi mereka, kebebasan individu nggak boleh ada yang larang selama nggak bikin rugi orang lain.

Berlomba tampil cantik dengan balutan busana yang ketat nan memikat, kata-kata ma-kian dan cacian berham-buran, peluk dan cium pun dijadikan menu sehari-hari dalam pergaulan-nya. Dengan alasan tuntutan skenario semua boleh dilakukan. Yang nggak boleh cuma keluar dari skenario. Apalagi keluar dari lokasi syuting alias kabur. Hehehe�

Kondisi di atas makin amburadul dengan budaya hedonis di sepanjang cerita. Gaya hidup metropolis , Sophaholic (gila belanja), fast food , dugem, atau sekadar nongkrong di caf� untuk berhaha-hihi. Ditambah para pemeran yang berwajah tampan dan fisik aduhai lebih ditonjolkan dibanding kematangannya dalam berakting. Meski aktingnya pas-pasan, yang penting cakep bin keren. Gimana nggak betah para remaja untuk nongkrong depan TV. Sampe lupa waktu dan lupa kalo lagi numpang nonton di rumah tetangga. Itu mah KTM atuh alias Kagak Tahu Malu�.

Membingkai masa depan dari sekarang

Sobat muda muslim, persoalan hidup yang sepantasnya kita pecahkan adalah bagaimana kita membingkai masa depan kita. Selain hari ini dan kemarin, ada hari esok yang harus kita pikirin. Nggak ada dalam kamusnya manusia itu selamanya muda, kuat, dan cantik. Kita pasti akan menjadi orang TOP (Tua Ompong Peot) yang berkaki tiga karena jalannya terbungkuk-bungkuk ditopang tongkat kayu. Yang jadi per-tanyaan, siapkah kita ngadepin masa-masa itu?

Akidah Islam yang tertanam dalam jiwa sesungguhnya telah mengajarkan kita dalam hidup untuk melihat ke depan, menengok ke belakang, atau melirik ke samping. Artinya kita dituntut untuk berpikir panjang dalam berpikir dan berbuat. Soalnya pascakontrak kita di dunia abis, Allah bakal �mengaudit' tingkah laku kita selama hidup.

Maka aneh banget kalo kita berpikir masa depan itu gimana nanti. Soalnya kita nggak akan pernah tahu apa yang terjadi besok. Biar kata dukun, peramal, atau paranormal masa depan kita bakal sukses, itu bo'ong banget. Kita sendiri yang nentuin masa depan kita. Bukan mereka, orang tua, teman, atau guru. Kita akan menuai rugi dunia akhirat kalo masa hidup kita isi dengan bermain-main atau berkhayal meraih mimpi.

Rasulullah saw bersabda: � Manfaatkan lima perkara sebelum (datang) lima perkara: masa hidupmu sebelum (datang) matimu, masa sehatmu sebelum (datang) masa sakitmu, masa senggangmu sebelum (datang) masa sempitmu, masa mudamu sebelum (datang) masa tuamu, dan masa kayamu sebelum (datang) masa miskinmu . (HR Tirmidzi)

Mari kita sama-sama siapkan bekal untuk membingkai masa depan kita. Caranya, IKUT PENGAJIAN. Nggak usah bingung bin kaget. Soalnya dengan ikut pengajian, selain pahala dari Allah, kita juga bakal dapet dua keuntungan. Pertama , akidah Islam kita akan terpelihara dan terjaga dari kotoran-kotoran budaya Barat yang berseliweran di lingkungan kita. Kedua , kita akan terlatih dan termotivasi untuk selalu memikirkan masa depan. Baik di dunia maupun di akhirat.

So, jadilah generasi punk-ajian . Kita selamat, masa depan terlihat, akhirat pun didapat. Yuk�yaa�yuuuk! [hafidz]

http://www.dudung.net/buletin-gaul-islam/menghibur-remaja-dengan-mimpi.html

Ngapain Sih Kudu Dugem?


Kamu tahu kan istilah dugem? Hehehe.. bukan dunia gembel atau duduk gembira, tapi ini akronim dari dunia gemerlap. Lho, memangnya ada ya dunia yang suram? Ah, kamu pura-pura nggak tahu deh. Ya, iyalah, kalo ada siang berarti ada malam, kalo ada cowok, berarti pasangannya cewek, kalo ada hujan berhadapannya dengan kemarau. Begitupun dengan dunia gemerlap, berarti berlawanan dengan dunia suram.

Kalo dunia gemerlap orang sepakat menyebut dunia yang penuh hura-hura, suka-suka, seneng-seneng, dan serba mudah dengan apa yang kita pengen, maka dunia suram adalah dunia yang udah bisa hidup aja untung, sehari bisa makan pun sudah alhamdulillah, pengen hiburan cukup nonton tivi tetangga atau di pos ronda, mau selimut cukup sarung kumal, mau rokok juga joinan ama temen, mau minum kopi segelas bertiga. Ya, orang sepakat “menggelari” kehidupan seperti ini dengan madesu alias masa depan suram atau dusur alias dunia suram. Lawannya tentu saja dugem, dunia gemerlap.

Bro en Sis, istilah dugem tuh sebenarnya digunakan buat ajang suka-suka, hura-hura, hamburin banyak duit. Pesertanya nggak perlu juga orang kaya, adakalanya peserta dugem adalah mereka yang dari segi ekonomi pas-pasan atau bahkan kurang mampu. Tapi ketolong sama temennya yang tajir dan seneng gaul, akhirnya jadi deh ikutan ditraktir biar bisa dugem bersama. Bagi mereka biar tekor asal nyohor. Halah, cemen banget niatnya ya?

Tapi umumnya sih mereka yang suka dugem emang dasarnya udah tajir dari segi ekonomi. Nggak kesulitan kalo soal makan. Justru yang model gini hanya kesulitan untuk nyari tempat makan yang pas dan enak menurut selera mereka. Banyak orang Jakarta makan siangnya di Bogor atau di Bandung demi mencari kepuasan selera makan. Maklumlah, jarak Jakarta-Bogor kalo lewat tol dan memacu kendaraannya rata-rata 100 km per jam nggak nyampe setengah jam udah nyampe. Tentu aja nyarinya juga yang dekat ke gerbang tol. Kalo di Bogor udah disediain tuh tempat mangkal yang pas di sepanjang Jalan Pajajaran. Kalo ke Bandung? Bukan halangan juga, wong lewat Cipularang cuma 2 jam perjalanan. Kadang nggak nyampe kalo memacu kendaraannya dengan gaya Felipe Massa. Oya, tentu yang bisa gituan pastinya para eksekutif muda atau sejenisnya. Bukan eksekusut muda hehehe…

Okelah, itu kan ngomongin para eksekutif muda yang duitnya kayak ngambil dari pohon. Kalo remaja ada nggak yang suka dugem? Ada aja. Buktinya café-café tertentu ramai pengunjungya. Ada juga anak muda seumuran kamu yang di SMA atau paling banter anak kuliahan. Maklumlah, pelajar dan mahasiswa juga manusia, punya keinginan untuk suka-suka, senang-senang, hura-hura dan jaga gengsi dengan nongkrong di tempat makan atau tempat gaul yang bikin gengsi melambung. Kalo cuma makan di tempat nasi uduk biasa atau bubur ayam yang dijual keliling pake gerobak dan kita ngetem ama temen-temen di pos ronda itu sih kebangetan karena bikin nilai gengsi kita melorot.

Sobat muda muslim, bukan soal jajanan, makanan, atau tempat nongkrong yang enak dibuat dugem, tapi dugem bisa juga soal dandanan dan gadget yang bisa nunjukkin diri ke orang-orang bahwa, “gue anak gaul, gue biasa dugem, lihat dong pakaian dan gadget gue”. Gitu kira-kira.

Maka, di tengah kemajuan jaman saat ini, kita bisa memoles penampilan diri, bisa menjual diri kita di hadapan orang lain. Lihatlah, sarana informasi untuk itu udah banyak, kamu bisa gabung di situs jejaring sosial, bikin blog yang udah disediain secara gratis, bikin website, aktif di komunitas dunia maya, aktif di klub pencinta motor modif, penggemar sepeda tua, penggemar mobil tua, dan banyak ragamnya yang lain. Kamu bisa nunjukkin eksistensi kamu di sana. Ya, selama kegiatanya bermanfaat dan tidak melanggar hukum syara silakan saja.

Cuma emang nggak berhenti di situ. Namanya juga ajang kumpul-kumpul bareng teman, apalagi satu sama lain saling pamer apa yang dimilikinya, bukan tak mungkin kalo akhirnya jadi berubah sebagai ajang lomba nunjukkin eksistensi diri yang berlebihan. Jangankan di komunitas yang masih umum sekadar menyalurkan hobi, di komunitas anak ngaji aja adakalanya pamer ilmu pengetahuan dan kualitas akhlak. Selama untuk saling memotivasi diri, nggak ada salahnya. Tapi mohon maaf aja ya, kita masih khawatir kalo akhirnya terjerumus ke dalam riya’ atau malah kebablasan jadi pamer harta demi identitas diri agar bisa eksis di komunitas gaul kita. Bukan tak mungkin kalo akhirnya dugem juga deh.

So, bagi kita, barangkali punya HP aja udah seneng bukan kepalang. Dengan begitu, komunikasi jadi lancar. Apalagi kalo kita orangnya mobile banget. Cocok. Tapi nggak bagi teman-teman kita yang ngakunya remaja dugem. Bagi mereka, fungsi saja nggak cukup. Selain bisa dipake ngobrol ngalor-ngidul, HP kudu gaul dan menghibur. Coba aja, hampir tiap bulan produk teknologi komunikasi ini perkembangannya melompat-lompat. Kita-kita mah nggak bisa ngikutin deh. Maksudnya, nggak tahan. Baru liat model yang menurut kita udah hebat, eh, bulan berikutnya udah ganti lagi dengan fitur-fiturnya yang mengoda. Jadi nggak beli-beli deh. Selain bingung milih, duitnya kagak ada, Mas. Idih?

Bisa kebayangkan, kalo tiap bulan muncul produk HP baru, itu makin bikin remaja dugem tergoda pengen gonta-ganti ponsel hingga akhirnya kudu bolak-balik ke warteg (baca: warung telepon genggam). Begitulah gaya mereka. Hmm.. apa nggak boros tuh?

Dugem juga ada klasifikasinya

Dugem alias dunia gemerlap adalah gaya hidup yang menuntut serba keren, cool, trendi dan mewah. Para pegiat dugem ini berusaha abis-abisan untuk tampil prima, khususnya di depan orang lain. Mulai dari bacaan, makanan, busana, tontonan sampai tongkrongan. Kalo bacaan biasanya majalah-majalah yang banyak memuat soal mode, gosip artis en tips bergaul dengan sesama dugemer (aktivis dugem). Ini penting, soalnya kalau seorang remaja dugem ketinggalan berita maka bakalan terlempar dari arena pergaulan para dugemer. Biasanya, yang diobrolin seputar tempat nongkrong yang baru en asyik punya (nggak termasuk WC umum, lho), gosip artis, film bioskop macam ‘Terminator Salvation’ versi teranyar dari ‘Terminator’ atau film sekuelnya The Da Vinci Code, ‘Angels and Demons’, kalau olahraga pastinya sepak bola – apalagi menjelang Final Liga Champion Eropa yang mempertemukan Manchester United, tim dengan pertahanan terkokoh sepanjang musim ini dengan Barcelona, tim dengan strategi menyerang dan tersubur musim ini--, NBA atau balapan F1 dan MotoGP. Canggihan dikit mereka bicara soal internet atau handphone keluaran paling anyar. Ngobrolnya bisa di rumah temen yang kagak bikin boring atawa bete, atau kalau lagi tajir bisa juga di café. Kalau di masjid kayaknya sih nggak deh, mungkin takut kualat. Hahaha…

Aha.. saya jadi inget tulisan saya jaman dulu di Majalah PERMATA, di situ saya tulis bahwa remaja dugem juga kenal klasifikasi alias pembagian golongan. Setidaknya itu yang disurvei oleh Surindo, satu badan survey nasional. Sekurangnya ada delapan segmen psikografis remaja di perkotaan, yang masing-masing mereka diberi nama (1) Remaja funky (15%), Remaja Be-Te (11,7%), Remaja Asal (8,6%), Remaja Plin-Plan (22,7%), Remaja Boring (16,8%), Remaja Ngirit (14,8%), dan Remaja Cool (10,3%). Nah, lho banyak amat klasifikasinya ya?

Dalam surveinya Surindo menyebutkan kalau sebagian segmen ini kelihatan memberi harapan. Ada kelompok remaja yang sangat berhati-hati dalam berbelanja, tak mudah tertipu, mencari informasi sebelum membeli, terencana kritis, punya rasa percaya diri, dan punya perhatian terhadap masalah-masalah sosial. Tapi, sebagian lagi terlihat cemas, ragu-ragu, tak konsisten, tak punya rencana masa depan, bahkan tak percaya orang lain sehingga tak membuka diri atau berorganisasi. Wajar kalau dalam berbelanja mereka sering tertipu (ini tipikal remaja bete).

Bahkan ada yang percaya dirinya rendah, tapi gengsinya tinggi sekali (Remaja Asal). Ada lagi yang plin-plan, pas lagi ngetren lagunya Wali terbaru, “Cari Jodoh” ikut beli kasetnya (kalo nggak kebeli ya download gratisan di internet atau copy MP3 dari komputer teman), Korn bikin lagu baru eh ikutan nembang Blind biar kelihatan gaul. Eh, Ridho Rhoma dan Sonet 2 Band ngetop dengan Menunggu, ikutan juga goyang sambil nyanyi: “Derita hidup yang kualami/ Duhai pahit sekali/ Pada siapa aku berbagi/ Kalau bukan padamu/ Datanglah, kedatanganmu kutunggu/ Telah lama, telah lama ‘ku menunggu. Dasar plin-plan!

Nah, kamu masuk klasifikasi yang mana? Moga-moga masuk kelompok yang kesembilan alias golongan RRI, Remaja Rajin Ibadah atau golongan Botak alias Bocah Takwa (hehehe..maksain banget nggak sih?)

Bikin kantong bolong

Apa sih bahayanya dugem? Yang jelas biaya hidup untuk jadi remaja dugem itu nggak kecil. Sebaliknya, justru dengan maraknya gaya hidup dugem ini, udah berapa juta uang melayang percuam. Ujungnya memang menciptakan remaja-remaja borju. Menciptakan rasa persaingan di antara mereka dengan persaingan yang nggak pada tempatnya. Iya dong. Sebab, mereka berlomba dalam dunia gemerlap. Apa nggak puas dengan apa yang dimiliki selama ini? Sehingga kudu berlomba ngadain pesta ultah di diskotik, di hotel berbintang. Atau sekadar gonta-ganti HP dengan yang highend biar bisa main facebook-an dari ponsel, bawa mobil keluaran terbaru. Hmm… itu semua harus ditukar dengan uang. Bukan daun. Sekali lagi uang. Bener-bener bikin kantong bolong deh.

Bisa kamu bayangkan, jika untuk tampil dugem, seorang remaja kudu mengeluarkan uang rata-rata 300 ribu perak seminggu. Sebulan udah 1,2 jute rupiah tuh duit menyublim untuk dugem. Kira-kira, berapa penghasilan ortunya? Atau kalo nggak punya, udah ngutang berapa tuh sama temennya? Duh, sayang banget uang segitu banyaknya cuma dipake untuk hura-hura. Coba kalo diinfakkan ke masjid atau shadaqah ke fakir miskin, udah jelas pahalanya.

Bro en Sis, fenomena ini bikin miris kita. Terus terang aja kita prihatin dan merasa kasihan sama teman-teman kita yang udah terlanjur jadi aktivis dugem. Kita khawatir, kalo nanti ada banyak remaja yang perutnya udah nggak bisa lagi menerima makanan murah, karena kebanyakan diisi makanan mahal baik produk lokal maupun produk bule, apalagi yang masih belum jelas halal-haramnya. Gawat!

So, nyata banget dugem emang bikin kantong bolong. Yup, dugem telah menciptakan remaja-remaja yang boros dan nggak menghargai rizki yang selama ini diberikan kepadanya dari Allah Swt. Kasihan banget ya?

Bikin keras hati

Kebanyakan main bareng teman yang sok gengsi dan doyan hura-hura hamburin duit, kudu hati-hati. Bisa-bisa kita jadi ikutan gaya hidupnya. Namanya juga gengsi yang diprioritaskan, nggak heran dong kalo yang dilihat selalu masalah gaya, alias penampilan. Dan untuk itu, uang yang bicara dong. Uang dan uang. Ujungnya, kita bisa jadi nggak peduli sama tetangga kanan-kiri. Tetangga sebelah kanan kita menjerit kelaparan, kita asyik dengan makanan mahal dan doyan nonton konser musik yang karcisnya untuk sekali masuk bisa mencapai harga 100 mangkuk bakso (kalo satu mangkuk bakso harganya Rp 5000, udah ketahuan berapa tuh harga karcis). Hmm… itu hanya untuk memenuhi nafsu dugem kamu aja.

Itu artinya kamu udah punya hati sekeras batu. Kamu nggak gampang terenyuh dengan penderitaan teman or tetangga kamu. Kamu masih bisa tertawa di atas penderitaan orang lain. Minimal, cuek. Sikap kayak gitu pun udah jelek banget. Iya nggak sih?

Sobat muda muslim, terus terang kita nggak abis pikir. Coba aja bayangin, waktu tanggul Situ Gintung jebol, itu kan pas lagi rame-ramenya kampanye parpol menjelang pemilu dan konser-konser musik banyak digelar, serta film-film terbaru di bioskop jadi inceran. Coba deh, warga Situ Gintung yang kena ‘tsunami kecil’ nunggu antrian untuk ditolong, eh, sebagian yang lain, dari kita-kita ini, malah rebutan dan rela antri hanya untuk dapetin karcis bioskop 21 atau tiket konser dan ikutan pesta kampanye parpol.

Apakah rasa peduli kita udah pudar ditelan jaman? Apa iya kita tega menyaksikan saudara-saudara kita yang lagi menderita? Rasanya, jauh di lubuk hati kita yang paling dalam, mungkin masih tersisa setitik perasaan iba kita. Namun perasaan itu nyaris tak bisa terdeteksi, karena kalah dengan gaya hidup dugem yang emang udah nguasai dirimu. Padahal, dalam se uah riwayat dari Hudzaifah Bin Yaman r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang tidak ihtimam (peduli) terhadap urusan umat Islam, maka bukan golongan mereka.”(HR at-Tabrani)

Dalam hadis lain, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya), “Perumpamaan orang-orang beriman dalam kecintaan, kasih-sayang dan ikatan emosional ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggotanya sakit, mengakibatkan seluruh anggota tidak dapat istirahat dan sakit panas.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Ternyata, gegar budaya yang sala satunya muncul ‘tradisi’ dugem, bikin kita jadi cuek dengan sesama, dan doyan hura-hura. Udah gitu, karakter budaya populer yang memang bergerak begitu cepat, sangat cepatnya, sampai-sampai tanpa sadar kita diminta dengan ikhlas (baca:dipaksa) tunduk dengan logic of capital, logika proses produksi di mana hal-hal yang dangkal dan cepat ditangkap yang cepat laku. Anthony Giddens menyebutnya sebagai dunia yang sedang berlari dan semua yang selalu berlari satu trek lebih tinggi memang tidak memiliki kesempatan untuk renungan-renungan yang mendalam. Yang penting dalam dunia ini adalah menjual dan membeli. Nah, lho.

Nah, teman-teman. Apakah kita mau mengorbankan hati nurani, keimanan dan ukhuwah kita hanya untuk mengikuti gaya hidup yang gemerlap tanpa juntrungan, apalagi melanggar syariat? Sayang banget hidup ini hanya disia-siakan. [solihin: osolihin@gaulislam.com]

http://www.dudung.net/buletin-gaul-islam/ngapain-sih-kudu-dugem.html

Rabu, 27 Mei 2009

Awas, Ngempeng Bikin Gigi Anak Tonggos..!


KEBIASAAN ngempeng dalam durasi dan frekuensi berlebih berperan besar dalam "memajukan" gigi depan buah hati Anda. Kendati tidak sekeras jari, makin sering mengempeng, maka kemungkinan gigi tonggos akan semakin besar. 
Mengapa? Menurut Dr Sarworini Bagio Budiardjo drg SpKGA, dari Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Anak FKG-Universitas Indonesia, karena saat mengisap empeng, rahang atas secara refleks akan maju ke depan. Sementara rahang bawah bergerak ke arah sebaliknya. Perubahan posisi gigi juga besar kemungkinannya terjadi jika anak mengempeng. 

Cara Mengatasi

- Hentikan penggunaan empeng secara bertahap pada usia 7 bulan sampai 1 tahun. Karena selepas usia setahun, anak tidak lagi berada dalam fase oral, sehingga keinginannya untuk mengisap-isap atau menggigit-gigit benda tidak sekuat usia sebelumnya.

- Kenalkan teether (mainan gigitan) sebagai pengganti empeng. Letakkan dulu teether di kulkas, efek dinginnya menyenangkan anak. Selain fungsinya hampir mirip dengan empeng, penggunaan mainan gigitan juga dianggap bermanfaat untuk mempercepat munculnya gigi susu.

- Ajak si kecil bermain untuk mengalihkan perhatiannya dari empeng.

- Beri perhatian lebih. Jangan menganggap wajar memberi empeng ke bayi jika memang tidak diperlukan. Kenalkan minum dengan menggunakan gelas-gelas yang lucu sebagai pengganti dot atau botol.

- Jangan gunakan empeng jika anak tidak memiliki gangguan sebelum tidur. Empeng bisa menjadi teman tidur bagi bayi yang luar biasa rewel. Umumnya anak seperti ini memerlukan kondisi tenang sebelum bisa tertidur. Empeng bisa menjadi alternatif jika cara-cara lain seperti mendongeng, mengusap-usap bagian tubuh tertentu tidak bisa membuatnya tenang. Sebaiknya, empeng segera dicopot saat anak terlihat sudah tertidur pulas. Dengan demikian, dampak negatif penggunaan empeng dalam jangka waktu lama bisa dihindarkan.

- Tidak membeli empeng baru jika yang lama telah rusak. 

Mengisap Jari Sebabkan Bibir Monyong

Kebiasaan mengisap jari juga bisa mengganggu pertumbuhan rahang dan gusi. Selain itu, bentuk bibir juga kemungkinan besar mengalami perubahan karena mengikuti rahang sehingga bibir menjadi sedikit lebih maju ke depan. Tentu saja kondisi ini akan semakin parah bila anak "berbakat" memiliki gigi maju. Untuk itu, biasakan si anak untuk tidak lagi mengisap jari, setidaknya jangan sampai itu berlanjut sampai ia menginjak usia 2 tahun.

Cara Mengatasi

- Bila si kecil asyik mengisap jari, alihkan perhatiannya. Ajak si kecil bermain seperti bermain tepuk tangan, ciluk ba atau bernyanyi sambil menggunakan bahasa tubuh, misalnya menyanyikan lagu 'Topi Saya Bundar'.

- Baliklah jempol si kecil dengan posisi bagian kuku jempol tangan berada di depan bukan sebaliknya. Sehingga mencegah terdorongnya gigi atas ke luar.

Mengemut Gigi Sebabkan Gigi Atas "Keluar"

Kebiasaan yang satu ini, memang agak sulit diawasi. Karena ketika si kecil asyik mengemut gigi (gigi atas), kita seperti melihat ia layaknya mengulum permen atau bahkan terlihat sedang bermain lidah di dalam bibir mungilnya. Tapi siapa sangka, permainan lidah yang suka mengemut-ngemut gigi ke luar bisa menyebabkan gigi atas menjadi lebih condong keluar atau maju.

Cara Mengatasi

Bila mendapati si kecil mengemut gigi, segera ajak main agar ia tidak asyik sendiri bermain dengan lidahnya.
(Mom& Kiddie//tty)

Makna Selingkuh bagi Wanita

SELINGKUH punya makna kompleks dan lekat dengan pengkhianatan. Rupanya, pria dan wanita punya makna yang sama sekali berbeda tentang selingkuh dan kesetiaan?
Bagaimana perasaan Anda saat melihat pasangan lebih percaya pada pria lain untuk menampung cerita seputar ketertarikan seksualnya? Bagaimana jika dia berdansa mesra di sebuah klub malam bersama seorang pria? Apakah Anda menganggap itu selingkuh?

Menurut survei yang dilakukan Askmen, sebanyak 74 persen pria berpikir bahwa cheating dimulai dari ciuman, sebagai bagian dari hubungan seksual. Sedangkan bagi wanita, ciuman tidak tergolong cheating.

Berikut hasil survei yang dilakukan pada 100 orang wanita dengan pertanyaan, perbuatan pasangan seperti apa yang menurut mereka tergolong cheating? 

Lebih percaya pada wanita lain

Rupanya, berhubungan dengan wanita lain secara emosional lebih buruk ketimbang berhubungan secara seksual. Jadi, jika Anda membiarkan diri berhubungan dengan wanita lain dan bicara padanya dengan nyaman tentang banyak hal dibanding saat mencurahkan hati dengan orang lain, pasangan mengatakan hal tersebut lebih menyakitkan daripada jika Anda melewati satu malam untuk bercinta dengan wanita yang baru saja Anda temui. Wanita yang mengatakan hal itu termasuk selingkuh sebesar 36 persen.

Berdansa intim

Jika Anda sedang berada di sebuah klub malam dan berdansa sangat intim dengan seorang wanita, pasangan menilainya sebagai ketidaksetiaan. Bagi wanita, saat ia berdansa dengan seorang pria, ibarat bercinta secara virtual. Jadi, saat Anda bersama wanita lain, Anda pasti tengah membangkitkan hasrat seksnya, dan hal tersebut baginya sulit diterima. Wanita yang mengatakan hal itu termasuk selingkuh sebesar 41 persen.

Flirting terang-terangan

Jika Anda ngobrol akrab dengan seorang resepsionis kantor, hingga mengarah ke topik pembicaraan seksual, kemungkinan Anda akan merahasiakan hal tersebut dari pasangan. Karena bisa jadi, dia akan menganggapnya sebagai bentuk pengkhianatan. Selingkuh bukanlah flirting yang dilakukan seperti tanpa dosa. Rasanya itu sering kita lakukan. Tapi selingkuh dibarengi pula dengan aksi. Wanita yang mengatakan hal itu termasuk selingkuh sebesar 35 persen.

Berburu wanita lewat cyber sex

Mengunjungi situs seks dan bicara seks dengan wanita lain menempati urutan teratas berbagai bentuk selingkuh. Apalagi jika menyelingi aktivitas surfing dengan masturbasi. Wanita yang mengatakan hal itu termasuk selingkuh sebesar 80 persen.

Anda pasti berpikir, jika Anda tidak terima melihat pasangan selingkuh, Anda pasti tidak akan melakukan hal serupa. Jika hingga detik ini kehidupan seks Anda tidak bahagia, dengan alasan apapun daripada mencari wanita lain, lebih baik mencari sebab mengapa hal itu bisa terjadi.
(tty)


http://sandi-belajar.blogspot.com/
http://s4ndy-bermain.blogspot.com

Pelukan, Ronde Awal Percintaan


SENTUHAN cinta dalam hubungan adalah air penyegar untuk menjaga benih-benih cinta layu dan mati. Sentuhan cinta dalam wujud pelukan bisa menghangatkan hubungan yang mendingin.
Pelukan merupakan simbol kasih sayang dan cinta kasih. Melalui pelukan, Anda dapat mengomunikasikan ribuan kata yang terpendam dan sulit jika harus diungkapkan.

Ketika sedang memeluknya, ungkapkan alasan kuat betapa Anda ingin memeluknya dan senang berada dalam pelukannya.

Agar pelukan terasa hangat dan menjadi momen yang selalu dirindukan, Sheknows menyingkapnya untuk Anda, berikut ini:

Saat berdua dalam bath tub (klo g' punya, nyemplung  bak mandi ja)

Berhubungan intim di dalam bath tub bisa dimanfaatkan untuk mengeksplor bentuk lain dari bercinta. Untuk memulainya dengan cara mesra, berikan peluk hangat dari arah depan dan agar terasa semakin romantis tahan selama beberapa detik. Lanjutkan dengan kecupan sayang di kening dan bibirnya.

Dalam selimut sambil melihat bintang

Meski telah memasuki usia perkawinan yang cukup matang, kemesraan harus tetap dijaga. Hal tersebut bisa menjauhkan Anda dan pasangan dari godaan selingkuh. Salah satu caranya, ajak pasangan menikmati hangatnya tubuh Anda melalui sebuah pelukan di dalam selimut.

Agar suasananya romantis dan berkesan, atur waktu yang pas, misalnya sambil melihat tebaran bintang-bintang di langit malam. 

Peluk dirinya di bawah shower

Tak salah bila pancuran shower menjadi tempat favorit banyak pemula dalam menikmati pertempuran bersama pasangan. Untuk menghidupkan suasana, berikan sebuah pelukan hangat dari arah belakang tubuhnya sambil mengutarakan kata-kata cinta.

Usai puas memberinya pelukan hangat, kini saatnya Anda meningkatkan aksi dengan serangan yang dia tunggu-tunggu.

Usai membaca novel romantis 

Membagi keromantisan bersama pasangan bisa diwujudkan dalam berbagai cara. Seperti halnya pelukan yang akan terasa romantis apabila Anda bisa menyelipkannya pada momen khusus. Misalnya, usai membaca novel romantis bersama pasangan. Berikan pelukan hangat dan ucapkan pujian bahwa Anda tak ingin kehilangan dirinya. (ftr)

Dengarkan Harapan Seks Wanita..!


WANITA ingin para pria bisa membaca pikiran mereka untuk membuat hidupnya jauh lebih mudah. Dalam hal bercinta, dia ingin Anda menyentuhnya di titik yang tepat, pada waktu yang tepat, dan tekanan yang tepat.

Dengan mencari sebanyak mungkin artikel seks dan latihan, Anda akan bisa menikmati tiap adegan ranjang bersama pasangan. Simak bagaimana harapan wanita terhadap pria soal seks, seperti dikutip Askmen.


Bukan masalah jumlah

Apakah pria sejati di ranjang adalah mereka yang bisa ejakulasi 10 kali saat berduel dengan pasangannya? Nyatanya, wanita tidak pernah membayangkan dirinya dengan pria yang bisa orgasme sepanjang malam.

Rasanya tentu menyakitkan jika pasangan harus melayani ejakulasi sepanjang malam. Satu kali terhitung cukup normal, dua kali terhitung bagus, tiga kali adalah bonus.

Ingat, wanita justru bermimpi bersama pria bisa memberikan reaksi tepat saat dia ingin bercinta. Jadi bukan soal jumlah, tapi kualitas.

Foreplay payudara 

Kebanyakan pria menganggap puting payudara pasangan adalah tujuan utama dan pertama untuk diserang. Wajar saja karena wanita memang senang menerimanya.

Ada cara asyik untuk ronde foreplay payudara. Tekniknya, mulai di bagian luar payudara. Kemudian, maksimalkan lidah dan jari-jemari Anda untuk melingkari puting payudara. Baginya, itu memberikan sensasi nikmat.

Selanjutnya, lancarkan aksi menghisap, menjilat, dan menggigit puting payudaranya.

Ungkap ide seks dengan pendekatan tepat

Saat Anda menyarankan pasangan ide seks di luar kebiasaan, dia mungkin akan sedikit curiga. Siapa yang sudah Anda ajak bicara? Apakah Anda sudah tidur dengan wanita lain hingga punya ide itu?

Kalau belum apa-apa dia sudah bereaksi defensif, itu sinyal permulaan buruk. Maka, cobalah taktik baru.

Artikel-artikel majalah adalah jalan yang tepat untuk memberikannya pilihan, apalagi jika artikel itu ditulis oleh wanita. Cari artikel yang berisi bagaimana bercinta di tempat tak biasa atau gaya terbaru dan biarkan pasangan membacanya.

Forum obrolan seks yang beranggotakan wanita juga merupakan sumber referensi yang baik. Mereka bisa memberikan pasangan Anda waktu untuk membaca dan menyerap informasi tanpa opini dari Anda.

Sampaikan saran kepadanya dengan hati-hati. Anda tahu bagaimana karakternya, maka temukan cara yang tepat untuk mengungkapkan ide seks Anda.
(tty)

Jumat, 22 Mei 2009

Tips dan Cara Memperbaiki Windows XP Tanpa Instalasi Ulang.


Buat yang belum bisa untuk install ulang OS di Computernya dan blum tau gimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan dan eror yang terdapat pada OS Windows Xp, dibawah ini ada cara-cara dan tips untuk memperbaikinya jika OS Windows XP di PC anda ngulah tanpa perlu melakukan Instalasi ulang ;)

Memperbaiki Instalasi ( Repair Install )

Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem operasi lain untuk booting,
Anda dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja sebagaimana setting (pengaturan)
yang awal. Kemudian …

  • Pastikan Anda mempunyai kunci (key) Windows XP yang valid.
  • Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung spek komputer Anda.
  • Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua,
    bukan yang pertama.
  • Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.
  • Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R
    Ini akan memulai perbaikan.
  • Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement”
  • Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\WINDOWS
    Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.
    Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.
  • Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan,
    dia nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting Information, Dynamic Update,

Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation

  • Ketika ditanya, klik tombol Next
  • Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP Anda yang valid.
  • Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup yang sama.
  • Komputer akan restart.
  • Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.
  • Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).
  • Selesai ;)

Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah ada.

NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:

  • Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  • Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  • Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
  • Biasanya #1
  • Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.
  • Tulis: CD i386
  • Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe
  • Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
  • Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
  • Selesai

HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, ada kemungkinan
file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).

  • Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  • Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  • Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
  • Biasanya #1
  • Tulis: bootcfg /list

Menampilkn isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini

  • Tulis: bootcfg /rebuild

Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI

  • Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang

Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan :

“Windows could not start because the following files is missing or corrupt
\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”

  • Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  • Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  • Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
  • Biasanya #1
  • Masukkan password administrator jika diperlukan.
  • Tulis: cd \windows\system32\config
  • Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
  • Tulis: ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak
  • Berikutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
  • Tulis: copy \windows\repair\system
  • Tulis: copy \windows\repair\software
  • Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found)

Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:

  1. Untuk partisi tipe FAT

Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM
dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\

2. Untuk partisi tipe NTFS

  • Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  • Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  • Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
  • Biasanya #1
  • Masukkan password administrator jika diperlukan.
  • Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).
  • Tulis: COPY X:\i386\NTLDR C\:
  • Tulis: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\
  • Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

SELESAI, Moga bisa ngebantu yang lainnya ;)