Senin, 29 Juli 2019
4 Madzhab
ORANG-ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT
"Siapa yang tidur dalam keadaan suci, makamalaikatakan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa, ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’” (HR. Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar).
"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali paramalaikatakan mendoakannya, ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469).
“Sesungguhnya Allah dan paramalaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib).
“Sesungguhnya Allah dan paramalaikatselalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah).
"Jika seorang imam membaca ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalinn, maka ucapkanlah oleh kalian aamiin, karena siapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR. Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782).
"Paramalaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia." (HR. Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106)
"Paramalaikat berkumpul pada saat shalat Subuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat Ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat Ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?" Mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat" (HR. Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140).
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata, ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan" (HR. Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim: 2733)
"Tidak satu hari pun pada pagi hari seorang hamba ada padanya kecuali duamalaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’ dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’”(HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 1442 dan Shahih Muslim: 1010).
"Sesungguhnya Allah dan paramalaikat-Nya bershalawat (berdoa) kepada orang-orang yang sedang makan sahur"(HR. Ibnu Hibban dan Ath-Thabrani, dari Abdullah bin Umar).
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70 ribu malaikat untuknya yang akan bershalawat (mendoakan) kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga Subuh" (HR. Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754).
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat (mendoakan) kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain."
(HR. Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahily). Wallahu a'lam bish-shawab.(dari berbagai sumber).
2. Mengamalkan doa setelah azan
3. Mengerjakan 12 raka’at shalat rawatib dalam sehari
4. Mengerjakan shalat rawatib Zhuhur, 4 raka’at qabliyah dan 4 raka’at ba’diyah
5. Membaca ayat kursi ba’da shalat
6. Menjaga shalat sunnah wudhu
7. Puasa tiga hari setiap bulan (bisa Ayyamul Bidh)
8. Mengerjakan shalat Isyraq (shalat dhuha di awal waktu)
5 Doa Mustajab Warisan Nabi dan Rosul
Manusia sebagai mahluk yang lemah tentu tak bisa menghilangkan ketergantungannya dengan sang pencipta.
Salah satunya dalam bentuk Doa.
1. Doa Taubat Nabi Adam AS
Ketika Nabi Adam dan Hawa melakukan kesalahan yang membuat keduanya terusir dari surga dan diturunka ke bumi, mereka pun lantas memohon taubat kepada Allah SWT atas kesalahannya tersebut.
Diantara salah satu bentuk mentaati perintah Allah Ta’ala adalah dengan melakukan amalan-amalan kebaikan. Hal ini tidak hanya wajib dilakukan oleh manusia biasa, para nabi pun juga diwajibkan untuk selalu melakukan amalan-amalan shaleh. Seperti halnya Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, mereka bergotong royong membangun rumah Allah di Makkah, yaitu Ka’bah yang hingga saat ini menjadi kiblat umat muslim se-dunia. Dan ketika pembangunan Baitullah telah selesai, keduanya pun berdoa kepada Allah SWT bahwa, “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah ayat 127).
Salah satu Nabi Allah SWT yang mendapatkan ujiana berat semasa hidupnya adalah Nabi Ayyub.
Nabi Sulaiman merupakan salah satu nabi yang dilimpahi banyak nikmat oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik bagi umatnya. Baik dalam sikap dan perbuatan, begitu pula dengan doa yang beliau ucapkan. Diantara doa Nabi Muhammad SAW yang terkenal adalah doa memohon kebaikan dunia dan akhirat. Bermula saat Rasulullah SAW mendapatkan banyak ujian dan cobaan dari kaum kafir Quraisy, beliau pun kemudian memohon kepada Allah SWT agar mendapatkan rahmat-Nya di dunia dan akhirat. Dan doa ini tidak hanya ditujukan untuk diri beliau sendiri, melainkan ditujukan pula bagi umatnya. “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al Baqarah ayat 201).
Amalan kebaikan yang sepele, dijanjikan dapat membuka pintu surga-Nya
Jangankan memberi minum binatang. Kita saat ini rasanya sudah banyak yang tak peduli pada binatang. Padahal, memberi minum binatang ini menjadi salah satu amalan kebaikan yang dapat menghantarkan seseorang ke dalam surganya Allah.
Jika kita sedang berjalan, entah itu naik kendaraan atau jalan kaki, dan kita menemukan rintangan di jalan berupa batu yang tergeletak di tengah jalan, bambu yang menghalang, atau mungkin kulit pisang yang dibuang sembarangan, lantas kemudian secara spontan kita menyingkirkan rintangan tersebut. Maka, itu akan dicatat sebagai amalan kebaikan di sisi Allah. Rasulullah bersabda: "Barangsiapa menyingkirkan gangguan dari jalan kaum muslimin, maka akan dicatat untuknya satu kebaikan, maka ia akan masuk surga" (HR. Bukhari)
Sesibuk-sibuk apapun kita, sempatkanlah untuk menjenguk saudara, teman, dan kolega kita yang sedang sakit. Selain merupakan panggilan kemanusiaan, amalan kebaikan ini dicatat sebagai pahala yang tinggi di sisi Allah. Allah menjanjikan mereka yang menjenguk orang-orang sakit, posisi yang mulia di Surga-Nya kelak.
Menebar senyum dan salam pada semua orang merupakan sebuah kebajikan yang dijanjikan ganjaran pahala dan surga oleh Allah. Oleh sebab itu, kita sebagai orang Islam harus menyebarkan sikap yang ramah dan penuh ceria terhadap orang lain, sehingga Islam juga benar-benar dirasakan membawa rahmat bagi semua. "Kebaikan akhlak adalah keceriaan wajah dan menjauhi amarah," sabda Rasulullah.
Dalam Islam, Allah sangat membenci ghibah. Orang yang bergunjing tentang keburukan saudaranya sendiri, dianggap sama dengan memakai bangkai saudaranya tersebut. Menahan diri untuk tidak bergunjing dan menutup aib orang lain sangat dianjurkan bagi seorang muslim dan muslimah. Amalan kebaikan ini dijanjikan ganjaran surga oleh Allah. Rasulullah bersabda: "Tidaklah seorang hamba menutup aib seorang hamba di dunia, melainkan Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat" (H.R. Muslim).
Selasa, 13 Oktober 2015
Keluarga Bahagia, anak tumbuh cerdas
|
Kalimat
hasil minded
|
Kalimat
proses minded
|
|
Berapa rangkingmu?
Nilaimu harus bagus!
Begitu saja nggak bisa!
Dasar anak bodoh!
Kamu anak pemalas!
|
Apakah cara belajarmu menyenangkan?
Belajar dengan tekun, ya!
Ayo coba lagi!
Ayo berusahalah!
Ayo semangat!
|
Sabtu, 29 Desember 2012
rahasia SHOLAT 5 WAKTU
Salam sejahtera saudara-saudaraku di KWA, semoga saudara-saudaraku mendapatkan limpahan rahmat dan perlindungan dari Allah SWT, Pada kali ini izinkan saya menuliskan suatu Artikel di KWA tercinta tentang Rahasia dari Shalat Lima waktu yang kita jalani setiap hari, Mudah-mudahan sebagai pembuka mata hati kita bersama agar lebih memahami makna shalat fardhu tersebut.
Pada suatu hari Ali bin Abi Thalib R.A. berkata: “Sewaktu Rasullullah SAW duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Anshar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, “Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa As. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.”
Lalu Rasullullah SAW bersabda, “Silahkan bertanya?”
Berkata orang Yahudi, “Coba terangkan kepada kami tentang 5 (lima) waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.”
Rasullullah SAW bersabda: “Shalat Zhuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Shalat Ashar itu ialah saat ketika Nabi Adam As. memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam As. Maka setiap mukmin yang shalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengabulkan permintaannya. Shalat Isyak itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini karena apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.”
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah SAW, lalu mereka berkata, “Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang shalat.”
Rasullullah SAW bersabda, “Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan. Shalat Zhuhur, pada saat itu menyalanya Neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api Neraka Jahanam pada hari Kiamat.”
Rasullullah bersabda lagi, “Manakala shalat Ashar, adalah saat di mana Nabi Adam As. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Ashar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.”
Selepas itu Rasullullah SAW membaca ayat yang bermaksud, “Jagalah waktu-waktu shalat terutama sekali shalat yang pertengahan. Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam As. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.”
Sabda Rasullullah saw, “Shalat Isya (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah SWT haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Shirath.”
Sabda Rasullullah SAW seterusnya, “Shalat Subuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah SWT dua kebebasan yaitu:
1.Dibebaskan daripada api neraka.
2.Dibebaskan dari nifaq.
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rasullullah SAW, maka mereka berkata, “Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (saw). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapakah Allah S.W.T mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?”
Rasullullah SAW bersabda, “Ketika Nabi Adam As memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam As. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T mewajibkan ke atas keturunan Adam As. berlapar selama 30 hari.
Sementara di izinkan makan di waktu malam itu adalah sebagai karunia Allah S.W.T kepada makhluk-Nya.”
Kata orang Yahudi lagi, “Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperoleh daripada berpuasa itu.”
Rasullullah SAW bersabda, “Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T, dia akan diberikan oleh Allah S.W.T 7 perkara:
1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).
2. Rahmat Allah senantiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baiknya amal.
4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Shirath.
7. Allah S.W.T akan memberinya kemuliaan di syurga.”
Kata orang Yahudi, “Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para Nabi.”
Rasullullah SAW bersabda, “Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).”
Kata orang Yahudi, “Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan engkau utusan Allah).”
Sedikit peringatan untuk kita semua: “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Surah Al-Baqarah: ayat 155).
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Surah Al-Baqarah: ayat 286).
Kesimpulan dari Riwayat diatas ialah :
1. SHOLAT ZHUHUR
Saat menyalanya Neraka Jahanam maka tidak seorang Mukmin yang melakukan sholat itu, melainkan diharamkan atasnya uap jahanam pada hari kiamat.
2. SHOLAT ASHAR
Saatnya Nabi Adam As memakan buah larangan, maka tidak seorang Mukmin yang melakukan sholat itu, melainkan keluar dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan dari perut ibunya.
3. SHOLAT MAGHRIB
Saat itu diterima taubatnya Nabi Adam As, maka tidak seorang mukmin yang melakukan sholat itu dengan ikhlas dan minta sesuatu dari Allah melainkan pasti diberiNya.
4. SHOLAT ISYA
Maka kubur itu gelap dan hari kiaamat pun gelap, maka tidak seorang mukmin yang berjalan dalam kegelapan untuk melakukan sholat Isya berjamaah, melainkan diharamkan Allah dari terkena api neraka dan diberi penerangan saat menyebrang diatas jembatan shirat.
5. SHOLAT SUBUH
Maka tidak seorang mukmin yang mengerjakannya dalam berjamaah selama 40 hari berturut-turut (bila wanita sedang datang bulan tidak dihitung, jadi setelah selesai datang bulan maka sholatnya tetap dilanjutkan), melainkan diberi Allah dua kebebasan, yaitu kebebasan dari Neraka dan kebebasan dari sifat munafik.
ISI DARI SUATU SHOLAT :
1. Membesarkan ALLAH (sewaktu takbir)
2. Mengagungkan ALLAH (sewaktu ruku)
3. Memuji ALLAH /Menghambakan (sewaktu sujud)
4. Mengesakan ALLAH
5. Berdoa
Sholat Taubat 2 rakaat paling baik yaitu dilakukan setelah sholat Maghrib.
Amalan sholat sebelum disampaikan kepada ALLAH maka akan melewati 7 lapis pemeriksaan Malaikat kecuali pada waktu sholat Maghrib, maka amalan sholat maghrib langsung disampaikan kepada ALLAH tanpa adanya pemeriksaan.
Bulan Rajab adalah Bulan Allah :
Di bulan ini Allah menunjukkan keagungan, kebesaran sifat dan karunia yaitu Nabi Muhammad SAW diperlihatkan oleh ALLAH dengan peristiwa yang belum pernah dilihat sebelumnya yaitu : Peristiwa Isra Mi’raj. Terjadinya Surga dan Neraka, Peristiwa Hari Kiamat.
Kita dianjurkan agar membersihkan jiwa dan raga, menyesali diri (bertobat), memperbanyak amalan sunnah seperti puasa, sedekah dan lain-lain.
Bulan Sya’ban adalah bulan Nabi Muhammad SAW Kita dianjurkan untuk mempelajari sunah-sunah Nabi untuk menghiasi jiwa dengan rasa tawadu (rendah hati)
Bulan Ramadhan adalah bulan Umat Nabi Muhammad SAW Setelah mengalami tahapan bulan Rajab dan Sya’ban maka dibulan Ramadhan dimana umat muslim bisa kembali fitrah. Dibulan ini kita harus dapat merealisasikan dengan amal perbuatan.
Nah,marilah bersama-sama kita mulai dari sekarang memperbaiki shalat kita agar menjadi insan dan hamba Allah yang bertaqwa. @@@
Senin, 14 September 2009
BAGI kebanyakan pria, mencari pasangan hidup bukan perkara yang mudah. Tak heran bila banyak kaum adam yang selektif memilih calon pendamping. Bahkan, cenderung menikmati masa lajang dan menunda untuk menjalin komitmen serius ke arah pernikahan dengan perempuan selama mungkin.
Pria bersikap selektif bukan tak beralasan. Konon, mereka melakukan hal itu agar tidak gagal saat membangun bahtera rumah tangga kelak.
Salah satu sikap selektif pria ditunjukkan dengan mencari wanita idamannya. Untuk Anda yang ingin mengetahui apa saja ciri-ciri wanita idaman pria, bBerikut pemaparannya dari She Knows:
Wanita bijaksana
Umumnya pria mencari wanita bijaksana yang bisa menanamkan nilai-nilai kebaikan pada generasi penerusnya. Pria cenderung lebih memilih pasangan yang bijak dalam mengatur keuangan, bukan wanita yang suka menghambur-hamburkan uang demi kepentingan pribadi. Pria juga menghindari wanita yang hobi berpesta dan berdandan berlebihan.
Lekuk tubuh yang menggoda
Selain inner beauty, kaum adam juga senang memiliki pasangan yang kecantikan fisiknya menawan. Lekuk tubuh yang menggoda kerap disebut-sebut sebagai salah aspek yang juga ikut diperhatikan pria saat mencari pasangan.
Mandiri dan supel
Wanita supel, ramah, dan suka bergaul mempunyai nilai plus di mata pria. Konon, wanita dengan kepribadian ini tahu persis bagaimana memperlakukan orang yang lebih tua dan yang lebih muda.
Selain itu, mereka juga berharap sang pujaan hati adalah wanita mandiri yang bisa berdiri tegak di atas pendiriannya dan tak mengenal lelah untuk mewujudkan impiannya.
Open Minded
Konon, dalam mencari tambatan hati, pria cenderung mudah sekali terpanah asmara dengan wanita yang berpikiran terbuka. Selain lancar berkomunikasi, wanita dengan tipe ini juga menyimpan banyak gagasan cemerlang. Jika Anda termasuk di antara kategori ini jangan heran bila banyak pria yang menghampiri kehidupan Anda.
Kamis, 28 Mei 2009
Menghibur Remaja dengan Mimpi

Tayangan televisi yang saban hari nongol di layar kaca kian hari kian bervariasi. Perebutan kue iklan antar stasiun televisi pun kian gencar. Dan kaum remaja jadi sasaran empuk para pengelola TV untuk dapetin porsi iklan yang lebih besar. Kebayang kan jumlah remaja yang hobi nongkrong depan TV? Wuih, buanyak buanget. Saking banyaknya, planet bumi pun nggak muat menampung mereka. Makanya mereka punya tempat hidup sendiri di Planet Remaja . Huhuy!
Nggak heran dong kalo makin ke sini hiburan yang membidik pasar remaja mengalir deras bak longsor Bohorok. Nggak cuma sinetron, gosiptaintment, horortaintment, sampai reality show pun nggak mau ketinggalan menyapa kawula muda. Pokoknya remaja dibidik dari segala sisi. Depan, belakang, atas, bawah, kiri, kanan. Kalo perlu dilengkapi dari delapan arah mata angin. Soalnya, mereka haus hiburan-hiburan yang gratis bin ekonomis. Cocok buat kantongnya yang cekak. Jangan geer ya dipuji kayak gini..Hehehe
Di antara banyak acara TV buat remaja, kayaknya sinetron dan reality show yang paling banyak digandrungi. Buktinya, Panasonic Award 2003 yang digelar 12 Desember lalu berhasil diraih �Katakan Cinta' dan �Kecil-kecil Jadi Man-ten' untuk kategori reality show dan Drama seri terfavorit. ( Suara Merdeka , 13/12/2003).
Secara psikologis mayoritas remaja memang doyan melototin tontonan yang bercerita seputar liku-liku kehidupan mereka yang penuh warna. Wajar banget kan kalo akting Samuel Rizal dan Shandy Aulia dalam �Eiffel�I'm in Love� yang berlaga di bioskop sekelas twenty one masih menyedot perhatian remaja meski sudah diputar beberapa minggu. Wah�AADC bisa kalah tuh!
Menjual mimpi via televisi
Booming film layar lebar AADC seolah menjadi pemicu meledaknya produksi lokal sinetron remaja. Judul demi judul sinetron remaja di televisi datang dan pergi silih berganti. Dan setiap tayangannya nggak luput dari buruan para sinemaniaks, meski beberapa stasiun mengetengahkan film seri drama remaja interlokal. Ngikutin semboyan peme-rintah, cintai produksi dalam negeri. Hehehe�
Kini, produk lokal seperti ABG , Cinta SMU, Kawin Gantung, Inikah Rasanya, Kecil-Kecil Jadi Manten , atau Ada Apa Dengan Cinta yang menampilkan para new comer yang fresh from the oven (emangnya KFC..) makin diminati. Sayangnya, para pembuat atau pihak pengelola stasiun TV seolah menutup mata akan miskinnya kualitas sinetron remaja ini. Ceritanya hanya menjual mimpi alias nggak realistis. Selalu identik dengan gaya hidup glamour khas kaum borjuis. Sementara para penontonnya dari kalangan ekonomi pas-pasan. Pas lagi hidup mewah, eh�pas lagi mimpi.
Lebih parah lagi tatkala temanya nggak jauh dari persoalan cinta remaja dengan segala intriknya. Kesannya nggak ada persoalan hidup yang lebih berharga bin menarik untuk diangkat dalam cerita. Padahal, kreativitas anak muda dalam KIR, lika-liku perjuangan masuk PTN, aksi tawuran, penyalah gunaan narkoba, atau free sex lebih mewakili kehidupan remaja masa kini dan punya nilai lebih untuk diangkat ke layar kaca. Bu-kannya acara yang hanya menjual keme-wahan, kecantikan, dan popularitas doang. Basi!
Makin crazy, makin diminati
Selain sinetron, reality show tengah asyik membidik kehidupan remaja. Acara yang menyajikan reaksi asli bin alami perasaan suka, benci, cemburu, sedih, marah, atau girang yang dialami remaja. Murni tanpa campuran minyak tanah, eh tanpa tuntunan skenario atau arahan gaya dari sang koreografer. Ini yang menjadi hiburan asyik bagi penonton televisi.
Tercatat, Katakan Cinta , Harap-harap Cemas , dan Playboy Kabel adalah reality show yang paling diminati remaja. Mereka seolah dibawa ke dunia di mana impian mereka bisa diwujudkan dalam dunia nyata. Berupa ungkapan unik rasa cinta ama buah hati, mengetes kesetiaan pasangan, sampai aksi penguntitan bak detektif pun dijabanin guna menguji ikatan asmara di antara mereka. Pokoknya seru. Makin crazy , makin diminati!
Katakan Cinta termasuk reality show pertama tersukses yang membidik pasar remaja. Bayangin aja, nembak cewek/cowok di muka umum dan ditonton orang se-Indonesia, coba? Malah ada yang pake acara akrobat, nyelam di Sea World, pura-pura kecelakaan, jadi tokoh pewayangan, sampai acara candle light dinner super spesial untuk menjerat sang pujaan hati. Heeebooooh �
Sementara H2C (Harap-Harap Cemas) hadir dengan melibatkan aksi bak spy . Dalam upaya menyelesaikan kasus asmara para kliennya, Ari Dagienkz dan�drummer grup Clubeighties , Desta, yang memandu acara bertindak bak detektif swasta. Menguntit korban selama beberapa hari dilengkapi kamera tersembunyi yang diarahkan pada korban.
Kegilaan makin meningkat pada tayangan Playboy Kabel (PK), yang terinspirasi dari reality show Jepang berjudul Black Mail , dengan empat presenter sekaligus. Peserta minta bantuan PK untuk menjebak pasangan atau orang terdekatnya untuk membuktikan dugaannya selama ini. Sebutlah seorang cewek yang ingin tahu apakah pacarnya playboy atau bukan. Begitu terbukti playboy, luluh di depan cewek penggoda yang memang disiapkan oleh kru PK maka adegan berikutnya bisa macam-macam seperti tamparan, siraman, cacian, makian, dll. Pokoknya, Matrix Revolution juga kalah serunya.
Menghasilkan remaja �instant�
Disadari atau tidak, sisi negatif dari hiburan remaja yang menjual mimpi telah membidani lahirnya remaja �instant�. Hal ini diungkapkan oleh Psikolog remaja, Bu Inna Mutmainah ( Republika Online , 05/10/2003).
Beliau mengingatkan, gencarnya sinetron remaja yang berkiblat pada gaya hidup Barat akan membentuk pola sikap dan pola pikir remaja yang pengen serba instant alias cepat. Yang kepikiran cuma hasilnya, nggak mau capek-capek jalanin prosesnya. Doyan banget melototin para pemeran yang good looking dan gaya hidup mewahnya. Impian untuk menjadi bagian dari para selebritis muda itu selalu memenuhi alam khayalnya.
Alur cerita yang datar dan miskin konflik membuat daya pikir mereka kurang terlatih dalam memecahkan persoalan hidup. Bisa-bisa mereka nggak segan untuk melakukan apa pun untuk meraih kemewahan, kecantikan, dan popularitas impiannya itu. Meski harus mengorbankan martabat atau mengumbar aurat. Walah, berabe euy!
Reality show yang berprinsip �tertawa di atas penderitaan sang korban' seolah memanjakan kesenangan mereka yang hanyut dalam buaian panah asmara. Padahal masih banyak persoalan hidup yang lebih besar dan mulia yang kudu dipikirin remaja selain cinta bin asmara kepada manusia. Waktu, tenaga, dan pikirannya bakal terkuras habis untuk mengulik virus merah jambu ini. Hasilnya, waktu kita yang amat berharga ditukar dengan aktivitas yang miskin manfaat. Alamat rugi dunia akhirat tuh.
Gaya hidup Barat biangnya
Lahirnya remaja �instant� merupakan harga mahal yang harus dibayar akibat berkiblat pada budaya Barat. Kreativitas para produser acara TV untuk menyajikan acara yang berkualitas ambruk dihantam kuatnya motivasi rating dan kue iklan yang diperebutkan. Hantamannya sekuat upper cut Naseem �Prince' Hamid. Semakin tinggi rating diperoleh, semakin banyak penontonnya, maka semakin tinggi� pemasukan iklannya. Kondisi ini menguntungkan stasiun televisi, rumah produksi maupun pengiklan.�Inilah gambaran nyata dari Kapitalisme. Tidak ada yang lebih berharga selain materi. It's all about the money!
Lihat saja isi yang dihadirkan dari sinetron atau reality show buat remaja, semuanya kental dengan perilaku permissivisme alias keserbabolehan. Pemahaman inilah yang menjadi ciri khas masyarakat Barat yang sekuler. Bagi mereka, kebebasan individu nggak boleh ada yang larang selama nggak bikin rugi orang lain.
Berlomba tampil cantik dengan balutan busana yang ketat nan memikat, kata-kata ma-kian dan cacian berham-buran, peluk dan cium pun dijadikan menu sehari-hari dalam pergaulan-nya. Dengan alasan tuntutan skenario semua boleh dilakukan. Yang nggak boleh cuma keluar dari skenario. Apalagi keluar dari lokasi syuting alias kabur. Hehehe�
Kondisi di atas makin amburadul dengan budaya hedonis di sepanjang cerita. Gaya hidup metropolis , Sophaholic (gila belanja), fast food , dugem, atau sekadar nongkrong di caf� untuk berhaha-hihi. Ditambah para pemeran yang berwajah tampan dan fisik aduhai lebih ditonjolkan dibanding kematangannya dalam berakting. Meski aktingnya pas-pasan, yang penting cakep bin keren. Gimana nggak betah para remaja untuk nongkrong depan TV. Sampe lupa waktu dan lupa kalo lagi numpang nonton di rumah tetangga. Itu mah KTM atuh alias Kagak Tahu Malu�.
Membingkai masa depan dari sekarang
Sobat muda muslim, persoalan hidup yang sepantasnya kita pecahkan adalah bagaimana kita membingkai masa depan kita. Selain hari ini dan kemarin, ada hari esok yang harus kita pikirin. Nggak ada dalam kamusnya manusia itu selamanya muda, kuat, dan cantik. Kita pasti akan menjadi orang TOP (Tua Ompong Peot) yang berkaki tiga karena jalannya terbungkuk-bungkuk ditopang tongkat kayu. Yang jadi per-tanyaan, siapkah kita ngadepin masa-masa itu?
Akidah Islam yang tertanam dalam jiwa sesungguhnya telah mengajarkan kita dalam hidup untuk melihat ke depan, menengok ke belakang, atau melirik ke samping. Artinya kita dituntut untuk berpikir panjang dalam berpikir dan berbuat. Soalnya pascakontrak kita di dunia abis, Allah bakal �mengaudit' tingkah laku kita selama hidup.
Maka aneh banget kalo kita berpikir masa depan itu gimana nanti. Soalnya kita nggak akan pernah tahu apa yang terjadi besok. Biar kata dukun, peramal, atau paranormal masa depan kita bakal sukses, itu bo'ong banget. Kita sendiri yang nentuin masa depan kita. Bukan mereka, orang tua, teman, atau guru. Kita akan menuai rugi dunia akhirat kalo masa hidup kita isi dengan bermain-main atau berkhayal meraih mimpi.
Rasulullah saw bersabda: � Manfaatkan lima perkara sebelum (datang) lima perkara: masa hidupmu sebelum (datang) matimu, masa sehatmu sebelum (datang) masa sakitmu, masa senggangmu sebelum (datang) masa sempitmu, masa mudamu sebelum (datang) masa tuamu, dan masa kayamu sebelum (datang) masa miskinmu . (HR Tirmidzi)
Mari kita sama-sama siapkan bekal untuk membingkai masa depan kita. Caranya, IKUT PENGAJIAN. Nggak usah bingung bin kaget. Soalnya dengan ikut pengajian, selain pahala dari Allah, kita juga bakal dapet dua keuntungan. Pertama , akidah Islam kita akan terpelihara dan terjaga dari kotoran-kotoran budaya Barat yang berseliweran di lingkungan kita. Kedua , kita akan terlatih dan termotivasi untuk selalu memikirkan masa depan. Baik di dunia maupun di akhirat.
So, jadilah generasi punk-ajian . Kita selamat, masa depan terlihat, akhirat pun didapat. Yuk�yaa�yuuuk! [hafidz]
Ngapain Sih Kudu Dugem?

Kamu tahu kan istilah dugem? Hehehe.. bukan dunia gembel atau duduk gembira, tapi ini akronim dari dunia gemerlap. Lho, memangnya ada ya dunia yang suram? Ah, kamu pura-pura nggak tahu deh. Ya, iyalah, kalo ada siang berarti ada malam, kalo ada cowok, berarti pasangannya cewek, kalo ada hujan berhadapannya dengan kemarau. Begitupun dengan dunia gemerlap, berarti berlawanan dengan dunia suram.
Kalo dunia gemerlap orang sepakat menyebut dunia yang penuh hura-hura, suka-suka, seneng-seneng, dan serba mudah dengan apa yang kita pengen, maka dunia suram adalah dunia yang udah bisa hidup aja untung, sehari bisa makan pun sudah alhamdulillah, pengen hiburan cukup nonton tivi tetangga atau di pos ronda, mau selimut cukup sarung kumal, mau rokok juga joinan ama temen, mau minum kopi segelas bertiga. Ya, orang sepakat “menggelari” kehidupan seperti ini dengan madesu alias masa depan suram atau dusur alias dunia suram. Lawannya tentu saja dugem, dunia gemerlap.
Bro en Sis, istilah dugem tuh sebenarnya digunakan buat ajang suka-suka, hura-hura, hamburin banyak duit. Pesertanya nggak perlu juga orang kaya, adakalanya peserta dugem adalah mereka yang dari segi ekonomi pas-pasan atau bahkan kurang mampu. Tapi ketolong sama temennya yang tajir dan seneng gaul, akhirnya jadi deh ikutan ditraktir biar bisa dugem bersama. Bagi mereka biar tekor asal nyohor. Halah, cemen banget niatnya ya?
Tapi umumnya sih mereka yang suka dugem emang dasarnya udah tajir dari segi ekonomi. Nggak kesulitan kalo soal makan. Justru yang model gini hanya kesulitan untuk nyari tempat makan yang pas dan enak menurut selera mereka. Banyak orang Jakarta makan siangnya di Bogor atau di Bandung demi mencari kepuasan selera makan. Maklumlah, jarak Jakarta-Bogor kalo lewat tol dan memacu kendaraannya rata-rata 100 km per jam nggak nyampe setengah jam udah nyampe. Tentu aja nyarinya juga yang dekat ke gerbang tol. Kalo di Bogor udah disediain tuh tempat mangkal yang pas di sepanjang Jalan Pajajaran. Kalo ke Bandung? Bukan halangan juga, wong lewat Cipularang cuma 2 jam perjalanan. Kadang nggak nyampe kalo memacu kendaraannya dengan gaya Felipe Massa. Oya, tentu yang bisa gituan pastinya para eksekutif muda atau sejenisnya. Bukan eksekusut muda hehehe…
Okelah, itu kan ngomongin para eksekutif muda yang duitnya kayak ngambil dari pohon. Kalo remaja ada nggak yang suka dugem? Ada aja. Buktinya café-café tertentu ramai pengunjungya. Ada juga anak muda seumuran kamu yang di SMA atau paling banter anak kuliahan. Maklumlah, pelajar dan mahasiswa juga manusia, punya keinginan untuk suka-suka, senang-senang, hura-hura dan jaga gengsi dengan nongkrong di tempat makan atau tempat gaul yang bikin gengsi melambung. Kalo cuma makan di tempat nasi uduk biasa atau bubur ayam yang dijual keliling pake gerobak dan kita ngetem ama temen-temen di pos ronda itu sih kebangetan karena bikin nilai gengsi kita melorot.
Sobat muda muslim, bukan soal jajanan, makanan, atau tempat nongkrong yang enak dibuat dugem, tapi dugem bisa juga soal dandanan dan gadget yang bisa nunjukkin diri ke orang-orang bahwa, “gue anak gaul, gue biasa dugem, lihat dong pakaian dan gadget gue”. Gitu kira-kira.
Maka, di tengah kemajuan jaman saat ini, kita bisa memoles penampilan diri, bisa menjual diri kita di hadapan orang lain. Lihatlah, sarana informasi untuk itu udah banyak, kamu bisa gabung di situs jejaring sosial, bikin blog yang udah disediain secara gratis, bikin website, aktif di komunitas dunia maya, aktif di klub pencinta motor modif, penggemar sepeda tua, penggemar mobil tua, dan banyak ragamnya yang lain. Kamu bisa nunjukkin eksistensi kamu di sana. Ya, selama kegiatanya bermanfaat dan tidak melanggar hukum syara silakan saja.
Cuma emang nggak berhenti di situ. Namanya juga ajang kumpul-kumpul bareng teman, apalagi satu sama lain saling pamer apa yang dimilikinya, bukan tak mungkin kalo akhirnya jadi berubah sebagai ajang lomba nunjukkin eksistensi diri yang berlebihan. Jangankan di komunitas yang masih umum sekadar menyalurkan hobi, di komunitas anak ngaji aja adakalanya pamer ilmu pengetahuan dan kualitas akhlak. Selama untuk saling memotivasi diri, nggak ada salahnya. Tapi mohon maaf aja ya, kita masih khawatir kalo akhirnya terjerumus ke dalam riya’ atau malah kebablasan jadi pamer harta demi identitas diri agar bisa eksis di komunitas gaul kita. Bukan tak mungkin kalo akhirnya dugem juga deh.
So, bagi kita, barangkali punya HP aja udah seneng bukan kepalang. Dengan begitu, komunikasi jadi lancar. Apalagi kalo kita orangnya mobile banget. Cocok. Tapi nggak bagi teman-teman kita yang ngakunya remaja dugem. Bagi mereka, fungsi saja nggak cukup. Selain bisa dipake ngobrol ngalor-ngidul, HP kudu gaul dan menghibur. Coba aja, hampir tiap bulan produk teknologi komunikasi ini perkembangannya melompat-lompat. Kita-kita mah nggak bisa ngikutin deh. Maksudnya, nggak tahan. Baru liat model yang menurut kita udah hebat, eh, bulan berikutnya udah ganti lagi dengan fitur-fiturnya yang mengoda. Jadi nggak beli-beli deh. Selain bingung milih, duitnya kagak ada, Mas. Idih?
Bisa kebayangkan, kalo tiap bulan muncul produk HP baru, itu makin bikin remaja dugem tergoda pengen gonta-ganti ponsel hingga akhirnya kudu bolak-balik ke warteg (baca: warung telepon genggam). Begitulah gaya mereka. Hmm.. apa nggak boros tuh?
Dugem juga ada klasifikasinya
Dugem alias dunia gemerlap adalah gaya hidup yang menuntut serba keren, cool, trendi dan mewah. Para pegiat dugem ini berusaha abis-abisan untuk tampil prima, khususnya di depan orang lain. Mulai dari bacaan, makanan, busana, tontonan sampai tongkrongan. Kalo bacaan biasanya majalah-majalah yang banyak memuat soal mode, gosip artis en tips bergaul dengan sesama dugemer (aktivis dugem). Ini penting, soalnya kalau seorang remaja dugem ketinggalan berita maka bakalan terlempar dari arena pergaulan para dugemer. Biasanya, yang diobrolin seputar tempat nongkrong yang baru en asyik punya (nggak termasuk WC umum, lho), gosip artis, film bioskop macam ‘Terminator Salvation’ versi teranyar dari ‘Terminator’ atau film sekuelnya The Da Vinci Code, ‘Angels and Demons’, kalau olahraga pastinya sepak bola – apalagi menjelang Final Liga Champion Eropa yang mempertemukan Manchester United, tim dengan pertahanan terkokoh sepanjang musim ini dengan Barcelona, tim dengan strategi menyerang dan tersubur musim ini--, NBA atau balapan F1 dan MotoGP. Canggihan dikit mereka bicara soal internet atau handphone keluaran paling anyar. Ngobrolnya bisa di rumah temen yang kagak bikin boring atawa bete, atau kalau lagi tajir bisa juga di café. Kalau di masjid kayaknya sih nggak deh, mungkin takut kualat. Hahaha…
Aha.. saya jadi inget tulisan saya jaman dulu di Majalah PERMATA, di situ saya tulis bahwa remaja dugem juga kenal klasifikasi alias pembagian golongan. Setidaknya itu yang disurvei oleh Surindo, satu badan survey nasional. Sekurangnya ada delapan segmen psikografis remaja di perkotaan, yang masing-masing mereka diberi nama (1) Remaja funky (15%), Remaja Be-Te (11,7%), Remaja Asal (8,6%), Remaja Plin-Plan (22,7%), Remaja Boring (16,8%), Remaja Ngirit (14,8%), dan Remaja Cool (10,3%). Nah, lho banyak amat klasifikasinya ya?
Dalam surveinya Surindo menyebutkan kalau sebagian segmen ini kelihatan memberi harapan. Ada kelompok remaja yang sangat berhati-hati dalam berbelanja, tak mudah tertipu, mencari informasi sebelum membeli, terencana kritis, punya rasa percaya diri, dan punya perhatian terhadap masalah-masalah sosial. Tapi, sebagian lagi terlihat cemas, ragu-ragu, tak konsisten, tak punya rencana masa depan, bahkan tak percaya orang lain sehingga tak membuka diri atau berorganisasi. Wajar kalau dalam berbelanja mereka sering tertipu (ini tipikal remaja bete).
Bahkan ada yang percaya dirinya rendah, tapi gengsinya tinggi sekali (Remaja Asal). Ada lagi yang plin-plan, pas lagi ngetren lagunya Wali terbaru, “Cari Jodoh” ikut beli kasetnya (kalo nggak kebeli ya download gratisan di internet atau copy MP3 dari komputer teman), Korn bikin lagu baru eh ikutan nembang Blind biar kelihatan gaul. Eh, Ridho Rhoma dan Sonet 2 Band ngetop dengan Menunggu, ikutan juga goyang sambil nyanyi: “Derita hidup yang kualami/ Duhai pahit sekali/ Pada siapa aku berbagi/ Kalau bukan padamu/ Datanglah, kedatanganmu kutunggu/ Telah lama, telah lama ‘ku menunggu. Dasar plin-plan!
Nah, kamu masuk klasifikasi yang mana? Moga-moga masuk kelompok yang kesembilan alias golongan RRI, Remaja Rajin Ibadah atau golongan Botak alias Bocah Takwa (hehehe..maksain banget nggak sih?)
Bikin kantong bolong
Apa sih bahayanya dugem? Yang jelas biaya hidup untuk jadi remaja dugem itu nggak kecil. Sebaliknya, justru dengan maraknya gaya hidup dugem ini, udah berapa juta uang melayang percuam. Ujungnya memang menciptakan remaja-remaja borju. Menciptakan rasa persaingan di antara mereka dengan persaingan yang nggak pada tempatnya. Iya dong. Sebab, mereka berlomba dalam dunia gemerlap. Apa nggak puas dengan apa yang dimiliki selama ini? Sehingga kudu berlomba ngadain pesta ultah di diskotik, di hotel berbintang. Atau sekadar gonta-ganti HP dengan yang highend biar bisa main facebook-an dari ponsel, bawa mobil keluaran terbaru. Hmm… itu semua harus ditukar dengan uang. Bukan daun. Sekali lagi uang. Bener-bener bikin kantong bolong deh.
Bisa kamu bayangkan, jika untuk tampil dugem, seorang remaja kudu mengeluarkan uang rata-rata 300 ribu perak seminggu. Sebulan udah 1,2 jute rupiah tuh duit menyublim untuk dugem. Kira-kira, berapa penghasilan ortunya? Atau kalo nggak punya, udah ngutang berapa tuh sama temennya? Duh, sayang banget uang segitu banyaknya cuma dipake untuk hura-hura. Coba kalo diinfakkan ke masjid atau shadaqah ke fakir miskin, udah jelas pahalanya.
Bro en Sis, fenomena ini bikin miris kita. Terus terang aja kita prihatin dan merasa kasihan sama teman-teman kita yang udah terlanjur jadi aktivis dugem. Kita khawatir, kalo nanti ada banyak remaja yang perutnya udah nggak bisa lagi menerima makanan murah, karena kebanyakan diisi makanan mahal baik produk lokal maupun produk bule, apalagi yang masih belum jelas halal-haramnya. Gawat!
So, nyata banget dugem emang bikin kantong bolong. Yup, dugem telah menciptakan remaja-remaja yang boros dan nggak menghargai rizki yang selama ini diberikan kepadanya dari Allah Swt. Kasihan banget ya?
Bikin keras hati
Kebanyakan main bareng teman yang sok gengsi dan doyan hura-hura hamburin duit, kudu hati-hati. Bisa-bisa kita jadi ikutan gaya hidupnya. Namanya juga gengsi yang diprioritaskan, nggak heran dong kalo yang dilihat selalu masalah gaya, alias penampilan. Dan untuk itu, uang yang bicara dong. Uang dan uang. Ujungnya, kita bisa jadi nggak peduli sama tetangga kanan-kiri. Tetangga sebelah kanan kita menjerit kelaparan, kita asyik dengan makanan mahal dan doyan nonton konser musik yang karcisnya untuk sekali masuk bisa mencapai harga 100 mangkuk bakso (kalo satu mangkuk bakso harganya Rp 5000, udah ketahuan berapa tuh harga karcis). Hmm… itu hanya untuk memenuhi nafsu dugem kamu aja.
Itu artinya kamu udah punya hati sekeras batu. Kamu nggak gampang terenyuh dengan penderitaan teman or tetangga kamu. Kamu masih bisa tertawa di atas penderitaan orang lain. Minimal, cuek. Sikap kayak gitu pun udah jelek banget. Iya nggak sih?
Sobat muda muslim, terus terang kita nggak abis pikir. Coba aja bayangin, waktu tanggul Situ Gintung jebol, itu kan pas lagi rame-ramenya kampanye parpol menjelang pemilu dan konser-konser musik banyak digelar, serta film-film terbaru di bioskop jadi inceran. Coba deh, warga Situ Gintung yang kena ‘tsunami kecil’ nunggu antrian untuk ditolong, eh, sebagian yang lain, dari kita-kita ini, malah rebutan dan rela antri hanya untuk dapetin karcis bioskop 21 atau tiket konser dan ikutan pesta kampanye parpol.
Apakah rasa peduli kita udah pudar ditelan jaman? Apa iya kita tega menyaksikan saudara-saudara kita yang lagi menderita? Rasanya, jauh di lubuk hati kita yang paling dalam, mungkin masih tersisa setitik perasaan iba kita. Namun perasaan itu nyaris tak bisa terdeteksi, karena kalah dengan gaya hidup dugem yang emang udah nguasai dirimu. Padahal, dalam se uah riwayat dari Hudzaifah Bin Yaman r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang tidak ihtimam (peduli) terhadap urusan umat Islam, maka bukan golongan mereka.”(HR at-Tabrani)
Dalam hadis lain, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya), “Perumpamaan orang-orang beriman dalam kecintaan, kasih-sayang dan ikatan emosional ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggotanya sakit, mengakibatkan seluruh anggota tidak dapat istirahat dan sakit panas.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Ternyata, gegar budaya yang sala satunya muncul ‘tradisi’ dugem, bikin kita jadi cuek dengan sesama, dan doyan hura-hura. Udah gitu, karakter budaya populer yang memang bergerak begitu cepat, sangat cepatnya, sampai-sampai tanpa sadar kita diminta dengan ikhlas (baca:dipaksa) tunduk dengan logic of capital, logika proses produksi di mana hal-hal yang dangkal dan cepat ditangkap yang cepat laku. Anthony Giddens menyebutnya sebagai dunia yang sedang berlari dan semua yang selalu berlari satu trek lebih tinggi memang tidak memiliki kesempatan untuk renungan-renungan yang mendalam. Yang penting dalam dunia ini adalah menjual dan membeli. Nah, lho.
Nah, teman-teman. Apakah kita mau mengorbankan hati nurani, keimanan dan ukhuwah kita hanya untuk mengikuti gaya hidup yang gemerlap tanpa juntrungan, apalagi melanggar syariat? Sayang banget hidup ini hanya disia-siakan. [solihin: osolihin@gaulislam.com]
http://www.dudung.net/buletin-gaul-islam/ngapain-sih-kudu-dugem.htmlRabu, 27 Mei 2009
Awas, Ngempeng Bikin Gigi Anak Tonggos..!

KEBIASAAN ngempeng dalam durasi dan frekuensi berlebih berperan besar dalam "memajukan" gigi depan buah hati Anda. Kendati tidak sekeras jari, makin sering mengempeng, maka kemungkinan gigi tonggos akan semakin besar.
Mengapa? Menurut Dr Sarworini Bagio Budiardjo drg SpKGA, dari Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Anak FKG-Universitas Indonesia, karena saat mengisap empeng, rahang atas secara refleks akan maju ke depan. Sementara rahang bawah bergerak ke arah sebaliknya. Perubahan posisi gigi juga besar kemungkinannya terjadi jika anak mengempeng.
Cara Mengatasi
- Hentikan penggunaan empeng secara bertahap pada usia 7 bulan sampai 1 tahun. Karena selepas usia setahun, anak tidak lagi berada dalam fase oral, sehingga keinginannya untuk mengisap-isap atau menggigit-gigit benda tidak sekuat usia sebelumnya.
- Kenalkan teether (mainan gigitan) sebagai pengganti empeng. Letakkan dulu teether di kulkas, efek dinginnya menyenangkan anak. Selain fungsinya hampir mirip dengan empeng, penggunaan mainan gigitan juga dianggap bermanfaat untuk mempercepat munculnya gigi susu.
- Ajak si kecil bermain untuk mengalihkan perhatiannya dari empeng.
- Beri perhatian lebih. Jangan menganggap wajar memberi empeng ke bayi jika memang tidak diperlukan. Kenalkan minum dengan menggunakan gelas-gelas yang lucu sebagai pengganti dot atau botol.
- Jangan gunakan empeng jika anak tidak memiliki gangguan sebelum tidur. Empeng bisa menjadi teman tidur bagi bayi yang luar biasa rewel. Umumnya anak seperti ini memerlukan kondisi tenang sebelum bisa tertidur. Empeng bisa menjadi alternatif jika cara-cara lain seperti mendongeng, mengusap-usap bagian tubuh tertentu tidak bisa membuatnya tenang. Sebaiknya, empeng segera dicopot saat anak terlihat sudah tertidur pulas. Dengan demikian, dampak negatif penggunaan empeng dalam jangka waktu lama bisa dihindarkan.
- Tidak membeli empeng baru jika yang lama telah rusak.
Mengisap Jari Sebabkan Bibir Monyong
Kebiasaan mengisap jari juga bisa mengganggu pertumbuhan rahang dan gusi. Selain itu, bentuk bibir juga kemungkinan besar mengalami perubahan karena mengikuti rahang sehingga bibir menjadi sedikit lebih maju ke depan. Tentu saja kondisi ini akan semakin parah bila anak "berbakat" memiliki gigi maju. Untuk itu, biasakan si anak untuk tidak lagi mengisap jari, setidaknya jangan sampai itu berlanjut sampai ia menginjak usia 2 tahun.
Cara Mengatasi
- Bila si kecil asyik mengisap jari, alihkan perhatiannya. Ajak si kecil bermain seperti bermain tepuk tangan, ciluk ba atau bernyanyi sambil menggunakan bahasa tubuh, misalnya menyanyikan lagu 'Topi Saya Bundar'.
- Baliklah jempol si kecil dengan posisi bagian kuku jempol tangan berada di depan bukan sebaliknya. Sehingga mencegah terdorongnya gigi atas ke luar.
Mengemut Gigi Sebabkan Gigi Atas "Keluar"
Kebiasaan yang satu ini, memang agak sulit diawasi. Karena ketika si kecil asyik mengemut gigi (gigi atas), kita seperti melihat ia layaknya mengulum permen atau bahkan terlihat sedang bermain lidah di dalam bibir mungilnya. Tapi siapa sangka, permainan lidah yang suka mengemut-ngemut gigi ke luar bisa menyebabkan gigi atas menjadi lebih condong keluar atau maju.
Cara Mengatasi
Bila mendapati si kecil mengemut gigi, segera ajak main agar ia tidak asyik sendiri bermain dengan lidahnya.
(Mom& Kiddie//tty)
